Es Bubble ternya berbahaya

Es Bubble Tea menyimpan sisi bahaya bagi kesehatan
Jika diperhatikan, blended ice tea atau coffee yang ditambahkan bubble hitam, sedang marak-maraknya dijual di mal atau pusat pembelanjaan.
Selain di Indonesia dan negara Asia lainnya, minuman yang terbuat dari tepung tapioka ini juga cukup populer di negara Eropa dan Amerika. Kepopulerannya yang terus meluas tampaknya membuat minuman ini juga mengundang kontroversi. Menurut sebuah harian Jerman, The Local, minuman asal Taiwan ini dapat menimbulkan bahaya tersedak dan karsinogen yang berujung pada kanker.

Para peneliti dari University Hospital Aachen menemukan,  mutiara bubble yang terbuat dari tepung tapioka mengandung bahan kimia bahaya yang pantang digunakan dalam bahana makanan. Tiga bahan kimia itu diantaranya stirena, asetofenon, dan zat brominated.
Stirena tak kalah membahayakan. Senyawa kimia yang banyak dimanfaatkan untuk bahan baku karet sintetis, stereofoam, pelapis kertas, dan plastik ini terbukti menyimpan efek karsinogen dan racun yang memicu gangguan pada ginjal, sistem pencernaan, dan saluran pernapasan.
Asetofenon yang merupakan senyawa aromatik keton inipun memiliki efek serupa. Hasil riset ahli gizi holistik, Michelle Schoffro, menyebut senyawa kimia tersebut berpotensi memicu kanker, kerusakan pembuluh darah, dan gangguan saraf otak jika terhirup.
Zat brominated
Zat kimia kini umum digunakan sebagai bahan aditif pada produk minuman ringan juga sebagai pengemulsi. zat kimia ini memicu terjadinya tremor, kehilangan memori, dan sakit kepala. Dampak negatif kesehatan ini terjadi pada seseorang yang mengkonsumsinya melebihi takaran.
Perlukah kita cemas?
Menyimpan kekhawatiran atas informasi tersebut jelas wajar. Mengingat bubble tea atau bubble drink cukup populer di negara kita. Minuman asal Taiwan itu begitu mudah kita jumpai di kedai-kedai minuman. Mulai dari kelas kaki lima hingga level mewah di pusat-pusat perbelanjaan.

Nuri Andarwulan, pakar pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan bahwa bola-bola kenyal dalam bubble drink sebenarnya bukan jenis makanan yang memerlukan tambahan bahan kimia berbahaya. Membuatnya cukup dengan campuran senyawa pangan aman seperti alginate dan kalsium.

Melihat bahan kimia berbahaya yang terdeteksi, ia menduga hasil penelitian itu muncul akibat sampel yang terkontaminasi. “Bisa jadi bahan bakunya tercemar bahan lain atau terkontaminasi dari peralatan plastik selama proses pembuatan,” ujar Nuri kepada VIVAnews.

Chef Ragil juga memiliki pemikiran sama. Pembuatan bola-bola kenyal dalam minuman modern itu sangat praktis tanpa perlu campuran bahan kimia berbahaya. Ia biasa mengolahnya dari tepung tapioka berpadu pewarna buatan. Persis seperti resep yang tertulis di laman komunitas pecinta masak Natural Cooking Club.

Namun, koki yang menempuh pendidikan di Food Production di STIP Bandung itu tak memungkiri munculnya bubble siap saji di pasaran. Ini membutuhkan kecermatan kita untuk memilih. “Produk kemasan kan biasanya ada yang tetap memakai bahan natural, ada yang kimia,” ujarnya.

Di tengah dilema ini, Nuri mengajak masyarakat tetap waspada memilih produk makanan. Jika membeli produk kemasan, yang paling mudah dilakukan adalah memerhatikan penanda sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Depatemen Kesehatan.(np)
Sumber :
http://life.viva.co.id/news/read/349553-mengulas-tiga-bahan-kimia-dalam-bubble-tea
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2012/09/05/5578/3/Bahaya-di-balik-Kesegaran-Bubble-Tea
http://www.shafeeca-izyan.com/2012/04/bahaya-bubble-tea-dalam-minuman-adalah.html
http://www.jawaban.com/index.php/health/detail/id/66/news/120919135215/limit/0/Inilah-Bahaya-Dibalik-Minuman-Bubble-Tea.html
http://fokus.news.viva.co.id/news/read/349712-menyikapi-bahaya-bubble-drink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *